Ibnu Qayyim alJawzy, Ulama besar pengikut mazhab Hanbali, merumuskan “trik-trik” Setan dalam menjebak dan menjerumuskan manusia.
Dalam modus operandinya, Setan ( la’natullah ‘alaihi), setidaknya, mempunyai tujuh amunisi perangkap alternatif untuk membidik manusia. Amunisi tersebut disesuaikan dengan tingkat kekuatan bertahan manusia.
Pertama, Setan mempengaruhi manusia dengan menawarkan kekufuran. Dengan strategi ini, Setan mengajak orang untuk menolak agama yang benar, eksistensi Tuhan, risalah kenabian, dan kebenaran kitab suci al Qur'an, dengan berdalih bahwa agama adalah dogma yang nantinya akan menjerat seseoarang hingga terkungkung dan tidak bisa bergerak bebas. Hal inilah, menurut setan, yang menyebabkan umat Islam tertinggal jauh pada masalah ekonomi, teknologi, medis dan peradabannya dibanding dengan orang Yahudi dan Nasrani (kafir) yang meninggalkan agama Allah dan tidak lagi mengikuti Rasulullah Muhammad SAW.
Kedua, jika seseorang tetap bertahan dengan beragama, Setan memberikan tawaran menentang ajaran sunnah. Nabi mengajarkan sikap saling menghormati jika terjadi perbedaan pendapat, tapi kebanyakan manusia cenderung bermusuhan. Kasus (peristiwa) yang demikian telah banyak di daerah, bahkan di Desa-desa, terkadang hanya masalah kecil, misal seseorag yang mempunyai pengaruh dalam masyarakat merasa pengaruhnya terebut, padahal kebenaran perasaannya belum teruji, sampai memusuhi orang lain. Belum lagi pada persoalan lain yang bobotnya lebih besar, hampir dipastikan akan lebih besar tingkat permusuhannya.
Ketiga, dosa besar. Jika perangkap pertama dan kedua belum berhasil, maka setan akan menggunakan perangkap yang ketiga. Dengan argumen (alasan) yang hanya bersandar atas rasio (akal) dan mengesampingkan wahyu dan nurani, hingga korupsi dianggap ketrampilan mengatur angka, durhaka pada orang tua dianggap nasihat baik seorang anak pada orang tua, pergaulan bebas dianggap modern., dan homosex dianggap hal yang wajar dan tidak berdosa. Masih mampu bertahankah diri kita??
Keempat, tawaran dosa kecil. Setan akan memberikan alasan bahwa manusia melakukan dosa itu hal yang biasa, hanya nabi dan malaikat yang tidak pernah berdosa, dengan demikian pada akhirnya seseorang terbiasa dalam dosa hingga menumpuklah dosa tersebut. Jika kita cermati lebih seksama banyak manusia yang terperangkap dengan senjata setan yang keempat ini. Kebiasan ngerumpi, bohong, dll.
Kelima, perangkap ini lebih tajam dan sedikit lebih canggih dibanding yang keempat perangkap diatas. dimana setan memberikan tawaran pada seseorang agar sibuk dengan hal yang mubah (boleh dilakukan dan boleh tidak) dan lupa dengan sesuatu yang menjadi kewajibannya. Misal, Ibu yang sibuk diluar rumah akhirnya rumah tangganya terlantar dan, mungkin juga, guru yang sibuk dengan aktifitas luar yang sifatnya mubah hingga lupa kuajiban mengajarnya yang menyebabkan anak didiknya menjadi korban.
Keenam, setan memberi tawaran ibadah utama dan lupa yang lebih utama. Seseorang sibuk dzikir pada Allah untuk mensucikan dirinya hingga cenderung menyendiri di rumah dan tidak peduli dengan oarng lain, bahkan rasa sosialnya dapat dikatakan “mati”. Padahal agama mengajarkan adanya hubungan keseimbangan (balancing) antara dimensi vertikal ( hubungan dengan Allah) dan dimensi horizontal ( hubungan dengan sesama manusia)
Terakhir. Jika seseorang mampu bertahan dengan serangan setan dengan berbagai perangkapnya, maka setan akan meluncurkan perangkap terakhir yang menjadi perangkap tercanggih dan pamungkasnya. Perangkap sersebut dikhususkan untuk orang takwa. Setan akan mengerahkan semua kekuatannya termasuk bala tentaranya dari jin dan manusia untuk menyakiti orang sholeh dengan cara menebar fitnah kepadanya. Makanya banyak dan hampir mendekati pasti jika orang-orang takwa yang memperjuangkan agama Allah, yang orientasinya ( tujuannya) ikhlas dan ridlo Allah, akan menuai hujaman permusuhan dan fitnah.
Dengan berbekal kemampuan yang lemah, mampu bertahankah diri kita menghadapi tujuh perangkap Setan?? Hanya manusia yang mendapatkan ma’unah (pertolongan) Allah yang akan mampu bertahan.
Sebab, paling tidak, setan tiga kali lebih licik dan canggih dari manusia. Sampai pada taraf tertentu pantas jika diibaratkan dengan “kompetisi ( persaingan) yang tidak imbang”. Pertama, Setan dapat melihat manusia, sedangkan manusia tidak mampu melihatnya. Kedua, Usia setan lebih lama dari manusia. Sehingga pengalaman hidupnya lebih banyak. Ketiga, jumlah Setan lebih banyak dari manusia, karena Setan, sejak diciptakan sampai kiamat dikumandangkan, tidak pernah mati.
Hanya Allah SWT yang bisa menyelamatkan kita dari Setan yang terkutuk. Sehingga senjata yang tepat untuk melawan setan disamping memperbanyak bacaan a’udzu billahi minasyaithonirrajim ( aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) adalah mencari pertolongan Allah SWT. Semoga kita semua termasuk manusia yang diberi pertolongan Allah hingga kita hidup di bumi Allah tetap selamat dari perangkap setan yang terkutuk. Amin. Amin. Ya Rabbal ‘alamin.
Tipologi Manusia
16 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar