5 November 2009

TIGA TIPIKAL MANUSIA DALAM ALQUR’AN

Allah, Tuhan yang maha dasyat, dalam al Qur'an al Karim menyebutkan tiga macam jenis hewan kecil. Bukan hanya sekedar penyebutan biasa, namun sampai pada taraf pengabadian dengan dijadikan nama surat dalam al Qur'an.
Tiga macam hewan tersebut adalah semut (an Naml), laba-laba ( al Ankabut) dan lebah (an Nahl). Ketiganya mempunyai, tipikal , karakter dan watak yang berbeda satu dengan lainya.
Pertama, semut. Hewan ini tidak pernah diam barang tiga atau empat detik, dia selalu menggerakkan organ tubuhnya. Makanya tak satupun dari kita yang akan menemukan dia dalam keadaan diam, tenang dan santai. Dalam tataran ekonomis, dia termasuk kategori hewan yang cukup produktif. Betapa tidak, hasil research menyatakan bahwa semut merupakan hewan yang hanya mampu bertahan hidup dalam durasi waktu satu tahun, namun cukup mengagumkan, dia mampu mengakumulasikan (mengumpulkan) makanan yang tidak habis dimakan dalam durasi waktu dua tahun ( dua kali lipat durasi masa hidupnya).
Kedua, Laba-Laba. Hewan ini termasuk kategori hewan yang kejam, sadis dan pantas menyandang predikat “raja tega”. Dia akan selalu memangsa hewan yang singgap atau lewat sarangnya. Bahkan, berdasar atas reseach, setelah kontak badan dengan lawan jenisnya, Labah-labah perempuan terkadang menyemburkan bisa mematikan. Luar biasa!! Tak pernah terlintas dalam pikiran kita bagaimana jika hal ini terjadi juga pada manusia. Di Amerika pernah ditemukan satu jenis laba-laba yang kebiasannya menghisap dan menkonsumsi darah manusia.
Ketiga, Lebah. Berbeda dengan kedua hewan diatas, Lebah merupakan hewan yang unik. Dia tidak akan mengkonsumsi makanan kecuali makanan yang dalam pandangan Islam disebut halal lagi bagus (halalan toyyibah). Makanan tersebut antara lain : gula dan sari bungah. Dia juga mampu mengeluarkan sari Madu yang manfaatnya luar biasa. Dalam tataran medis, madu mampu mengobati berbagai macam penyakit. Bahkan, berdasarkan penelitian, sengatan lebah juga berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di Eropa, ada seorang perempuan yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan metode sengatan lebah.
Allah SWT yang maha dari segala maha sempat menyebutkan tiga hewan kecil. Ada apa dengan ini semua?? Pelajaran ( Ibroh) apa yang dapat kita ambil dari penyebutan tersebut ?
Setidaknya, itu semua adalah gambaran atau tipologi manusia yang sering kita temui dalam lingkungan hidup kita.
Semut, merupakan gambaran manusia yang semasa hidupnya hanya di proyeksikan ( dikhususkan ) untuk harta semata. Tiap detik, tiap menit, tiap jam dan tiap waktu yang mencengkram benak dan pikiranya adalah materi dan bekerja untuk mendapatkannya. Sampai dzikir dan ibadah kepada Allah tak terlintas dalam pikirannya. Mereka lupa akan firman Allah “dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah kepadaku” Adz Dzaariyaat 56
Laba –laba, adalah gambaran atau tipologi manusia yang sadis, egois dan tidak peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Musibah apapun yang terjadi dan menimpah orang lain, bukanlah urusannya. Yang terpenting adalah mereka hidup senang, mewah dan segalanya ada. Mereka juga lupa firman Allah “Dan berbuat baiklah kepada dua orang Ibu Bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan jauh, teman sejawat,ibn sabil, dan hjamba sahayamu. Sesunnguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri” An Nisa’ 36
Lebah, adalah gambaran manusia yang seluruh hidupnya, bahkan nyawanya, hanya diproyeksikan (dikhususkan) untuk memberikan manfaat pada orang lain. Bahkan sampai kemarahanyapun sebenarnya memberikan manfaat kepada orang lain sebagai penerapan dari ibadah dan syukur kepada Allah SWT. Yang termasuk dalam kategori ini adalah. (Auliya Illah) para walinya Allah, Ulama, Kyai, dan mungkin guru yang orientasinya pengabdian semata.
Termasuk tergolong ( kategori ) yang manakah kita?? Hanya diri kita, dan Allah yang maha mengetahuinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar