17 November 2009

Mengenal MTs TASA

MTs. Tarbiyatus Sa'adah sebagai unit pendidikan di bawah payung Lembaga Pendidikan Maarif NU merupakan lembaga pencetak anak bangsa dengan ilmu pengetahuan (Tadris), Ilmu Agama (Ta'lim), dan moralitas tinggi (Ta'dib).
Berbekal semangat bersama, dukungan berbagai pihak, dan ditopang dengan tenaga pengajar potensial, mengedepankan pengabdian, dan profesional dibidangnya (S2 ITS Surabaya, S2 IAIN Surabaya, S2 STAI Qomaruddin, S1 Unibraw, IKIP Surabaya, IKIP Malang, IAIN, STAIN malang, LIPIA Jakarta, UNISMA, UNDAR, UNISLA DLL), MTs. Tarbiyatus Sa'adah mempunyai tekad kuat dan potensi yang cukup untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitas melalui berbagai program peningkatan mutu.

VISI
Berakhlaq, Berprestasi, dan Bermasyarakat

MISI
1. Membentuk pribadi berprestasi akademik dan non akademik
2. Membentuk pribadi muslim berdisiplin dan berakhlaq karimah
3. Membentuk pribadi yang mempunyai kecakapan hidup dan tanggap sosial
sesuai tuntutan zaman
4. Meningkatkan pengamalan Agama dalan kehidupan sehari-hari

Prestasi
Syukur Alhamdulilah, Allah swt masih berkenan memberikan kepercayaan kepada kami, dengan diberikannya nikmat prsetasi. mudah-han ini dapat berkelanjutan.

Tahun 2007
1. Juara I Pidato Bahasa Indonesia Gebyar Pelajar IPPNU Panceng (Venny Idhatul islamiyah)
2. Juara II Pidato Bahasa Indonesia Gebyar Pelajar IPPNU Panceng (Farihatul Mufidah)
3. Juara II Pidato Bahasa Inggris Gebyar Pelajar IPPNU Panceng (Nuri Nayla Nabah)
4. Juara II Sholawat Gebyar Pelajar IPPNU Panceng (Tim sholawat TASA)
5. 30 Besar Olimpiade B. Inggris Gresik, Lamongan, Mojokerto, Jombang dan Bojonegoro

Tahun 2008
1.. Peringkat II Kualifikasi Pidato B. Inggris se KKM2 Gresik untuk porseni Jatim
2. Masuk Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMAN I GRESIK (Nury Nayla Nabah)
3. Masuk SMAN I MANYAR (A. Shobahul Khoir)
4. Masuk SMAN I SIDAYU (Faridatul Mufidah)
5. Masuk SMAN I SIDAYU (Nita Maf'ulah)

Tahun 2009
1. Juara I OLIMPIADE UN (B. Indonesia, B. Inggris, Matematika, IPA) Se SMP dan MTs Panceng (M. Zahir Masrur)
2. Masuk RSBI Kebomas (M. Zahir Masrur)
3. Juara III Musikalisasi Puisi Se Kab. Gresik dan Lamongan (Fenny Idhatul Islamiyah, Aidatul Ismawati dkk)
4. Juara I Pidato B. Arab se MTs Kecamatan Panceng (Ersyad Ayatullah MP)
5. juara II Pidato B Indonesia se MTs Kecamatan Panceng (Syafa'atus sholihah)
6. Juara II Pidato B Inggris se MTs kecamatan Panceng (Sri Dewi Nurtikah)
7. Juara III Pidato B Indonesia se MTs Kecamatan Panceng (Varicha Fiddaroini)

Program Peningkatan MUTU
 Teater
 Band
 Pramuka
 Khitobiyah
 Bulletin dan Mading
 Karya Ilmiah
 Seni Islami (Banjari)
 Jam'iyah Yasin
 Pembinaan Da'i
 Pembinaan Mc
 Mengaji Kitab Salaf tiap pagi
 Kursus B. Inggris
 Kursus B. Arab
 Kursus Matematika
 Kursus IPA
 Kursus Komputer

Kata Sambutan

Puji Syukur hanya pada Allah rabbul izzati, atas segala daya dan ilmu yang tiada terkira telah dianugerahkan pada kami. Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpah atas yang mulia Rusulullah Muhammad SAW, sang edukator sejati tak tertandingi.
Segenap keluarga besar MTs. Tarbiyatus Sa’adah Bejan Panceng Gresik Syukur Alhamdulillah telah dapat mempublikasikan blog dengan kemasan yang sederhana, dan semoga dengan adanya layanan ini bisa memberikan wahana yang lebih luas untuk kemajuan Proses Belajar Mengajar dilingkungan kami.
Kritik dan Saran semua pihak sangatlah berperan dan amat kami butuhkan dan kiranya dapat memotivasi kami untuk lebih baik yang berkelanjutan. amin Allahummaamin...

7 November 2009

tarbiyah unggulan

Tak ada guru sehebat Nabi Muhammad shalallahu 'Alaihi Wa sallam, dan tak ada murid sehebat para sahabat Radhiallahy'anhum. Umat ini tak akan menjadi baik kecuali dengan apa yang membuat menjadi baik generasi pertama itu. Nabi sebagai guru terbaik tidak berkata-kata, bersikap, dan bertindak kecuali dengna bimbingan dari Allah Subhaanahu wa ta'ala. Sedangkan para sahabat mengisi hari2nya selama lebih dari 20 tahun dengan semua keteladanan gurunya itu secara kreatif dan independen.

berbagai usaha dilakukan para ulama dari berbagai zaman untuk menggali dan merumuskan manhaj Rasulullah serta tahap-tahapnya mandidik muslim generasi pertama menjadi manusia-manusia unggulan sepanjang masa. diantara para ulama agung itu adalah Ibnu Qayyim al-Jauziyah (lahir di Damaskus 691 H) Hasan bin Ali Hasan al-Hijasy merangkum pemikiran Ibnu Qayyim yang tersebar itu dalam sebuah disertasi doktornya di fakultas ilmu-ilmu sosial jurusan tarbiyah Universitas Imam Muhammad bin Su'ud, arab Saudi (manhaj Tarbiyah Ibnu Qayyim, penerbit al-kautsar, jakarta februari 2001)

Dibawah ini adalah tips untuk melakukan 9 jenis tarbiyah yang digali ibnu Qayyim rangkuman DR Hasan al-Hijazy itu.

1. tarbiyah Imaniyah (mendidik iman)
ada tiga sarana (wasilah) untuk mendidik iman. pertama, selalu mentadaburi (mengamati, mempelajari, menghayati) tanda-tanda kekuasaan Allah Dzat Pencipta serta keluasan rahmat dan hikmah perbuatan-Nya. Tadabur itu bisa dilakukan dengan penglihatan biasa (bashirah), bisa juga denga penalaran akal sehat, dengan mentadabur kekuasaan Allah, hasil-hasil ciptaan-Nya, gejala-gejala alam, kesempurnaan manusia, juga ayat-ayat al-qur'an.
kedua, selalu mengingat kematian yang penuh kepastian. ketiga, mendalami fungsi semua jenis ibadah sebagai salah satu cara mendidik iman. caranya denga banyak mengerjakan amal shalih yagn sendi utamanya adalah keikhlasan; juag memperbanyak do'a dan harapan kepada Allah semata; menghindari riya' dalam berbakti dan bertindak;mencintai firman Allah; berkeyakinan bahwa kelak akan berjumpa langsung dengan Allah; terakhir melanggengkan rasa syukur dalam keadaan apapun.

2 Trabiyah Ruhiyah (mendidik ruhani)
Ibnu Qayyim mencatat 7 cara melakukan tarbiyah ruhiyah, yaitu: memperdalam iman kepada hal-hal (ghaib) yang dikabarkan Allah seperti azab kubur, alam barzah, akhirat, hari perhitungan; memperbanyak dzikir dan sholat; melakukan muhasabah (intropeksi diri) setiap hari sebelum tidur; mentadaburi makhluk Allah yang banyak menyimpan bukti-bukti kekuasaan, ketauhidan, dan kesempurnaan sifat Allah; serta mengagungkan, menghormati, dan mengindahkan seluruh perintah dan larangan Allah.

3. Tarbiyah Fikriyah (mendidik pikiran)
kegiatan tafakur (merenung/berkonsentrasi) menurut ibnu Qayyim adalah menyingkap beberapa perkara da membedakan tingkatannya dalam timbangan kebaikan dan keburukan. dengan tafakur, seseorang bisa memebedakan antara yang hina dan yagn mulia, dan antara yg lebih buruk dari yang buruk. kata imam syafi'i "minta tolonglah atas pembicaraan mu dengan diam dan atas analisamu dengan tafakur ." ibnu Qayyim mengomentari kalimat itu dengan berkata "yang demikian itu dikarenakan tafakur adalah amalan hati, dan ibadah adalah amalan juwariyah(fisik), sedang kedudukan hati itu lebih muia daripada jawariyah, maka amal hati lebih mulia dari pada jawariya. disamping itu, tafakur bisa membawa seseorang pada keimanan yagn tak bisa diraih oleh amal semata." sebaik-baik tafakur adalah saat membaca Al-qur'an, yang akan mengantar manusia kepada ma'rifatullah (menganal Allah).

4 Tarbiyah 'Athifiyah (mendidik perasaan)
naluri (insting), kesediahan, kegambiraan, kemarahan, ketakutan, dan cinta merupakan perasaan-perasaan utama yagn selalu mendera manusia. sedangkan cinta adalah perasaan yang bisa menjadi motivasi paling kuat untuk menggerakkan manusia malakukan apapun. Maka Ibnu Qayyim memberi 11 resep menundukan perasaan cinta, yaitu: menanamkan perasaan yang kuat bahwa seorang hamba sangat buth Allah, bukan yagn lain; meyakinkan diri sendiri bahwa satu hati yang menjadi milik manusia harus dipenuhi hanya oleh satu cinta; mengokohkan perasaan bahwapemilik segala sesuatu di dunia ini hanya Allah semata; beribadah kepada Allah dengan nama-nama Yang Maha Awal, Maha Akhir, Maha Zhahir, dan Maha Batin demi menumbuhkan rasa fakir (butuh) kepada Allah; bersikap tegas bahwa tak ada yang lebih tinggi dan mulia kedudukannya sesudah Allah; menanamkan ma'rifat tentang betapa banyak nikmat Allah dan batapa banyak kelemahan kita; menanamkan ma'rifat bahwa Allah lah yang telah yang telah menciptakan semua perbuatan hambanya dan telah menanamkan iman didalam hatinya; menanamkan perasaan butuh pada hidayah Allah dalam setiap detik kehidupannya; serius memanjatkaqn do'a-do'a yagn meminta pertolongan Allah dalam menghadapi apapun; mananakan kesadaran penuh akan nikmat dan karunia-Nya yagn begitu banyak; serta, menanamkan ilmu bahwa cinta kepada Allah merupakan tuntutan iman.

5. Tarbiyah Khuluqiyah (mendidik akhlaq0
Misi utama Rasulullah dimuka bumi untuk menyempurnakan akhlaq manusia. contoh-contoh utama akhlak mulia yang diharapkan dari seorang manusia adalah sabar, syaja'ah(keberanian), al-itsar (mendahulukan kepentingan orang lain), syukur, jujur, dan amanah. cara mendidikkan akhlaq yang muia itu adalah: pertama, mengosongkan hati dari itikad dan kecintaan kepada segala hal yang bathil; kedua mengaktifkandan menyertakan seseorang dalam perbuatan baik (al-birr); ketiga, melatih dan membiasakan seseorang dalam perbuatan baik itu; keempat, memberi gambaran yagn buruk tentang akhlaq tercela; dan kelima, menunjukan bukti-bukti nyata sebagai buah dari akhlaq yang mulia.

6. Tarbiyah Ijtimaiyah (mendidik bermasyarakat)
Pendidikan kemasyarakatan yagn baik adalah yang selalu memperhatikan perasaan orang lain. seorang muslim dalam masyarakat tidak dibenarkan menyakiti saudaranya walaupun hanya dengan menebar bau yang tidak enak. Ibnu Qayyim berpendapat, tidak cukup hanya tidak menyakiti perasaan, seorang muslim harus mampu membahagiakan dan menyenangkan hati saudara-saudara di sekiarnya.

7. tarbiyah Iradiyah (mendidik cita-cita)
Tarbiyah Iradiyah berfungsi mendidik setiap muslim untuk memiliku kecintaan terhadap sesuatu yang dicita-citakan, tegar menanggung erita di jalanny, sabar dalam menempuhnya mengingat hasil yang kelak akan diraihnya serta melatih jiwa dengan kesungguhan dalam beramal. Tanda-tanda iradah yang sehat adalah kegelisahan hati dalam mencari keridhaan Allah dan persiapan untuk bertemu dengan-Nya. seseorang yang iradahnya sehat juga aka bersedih karena menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak diRidhai Allah. sedangkan iradah yang rusak akan lahir dalam bentuk penyakit ilmu, pengetahuan, dan keahlian yang berlawanan dengan syari'at Allah.

8. Tarbiyah badaniyah (mendidik jasmani)
Seorang muslim harus secara terprogram memeperhatikan unsur badan menjaganya dan memnuhi hak-haknya secara sempurna. Perhatikan yag demikian akan mengantarkan seseorang pada ketaatan penuh dan kesempurnaan dalam menjalankan semua yang diwajibkan Allah kepadanya. Tarbiyah badaniyah ini meliputi: pembinaan badan di waktu sehat; pengobatan di waktu sakit; pemenuhan kebutuhan gizi; serta olah raga (Tarbiyah riyadhah).

9. Tarbiyah Jinsiyah (pendidikan seks)
Insting seks merupakan sesuatu yang diciptakan Allah, yan gsegera diwadahi ielh satu-satunya lembaga halal yaitu pernikahan. Faedah dari seks (jima') menurut Ibnu Qayyim adalah: pertama, menjaga dan melestarikan kehidupan manusia; kedua, mengeluarkan sperma yang jika tertimbun terlalu lama dalam tubuh akan membahayakan kesehatan manusia; ketiga, wasilah untuk memenuhi hajat seksual dan untuk meraih kenikmatan batin dan biologis.
Tarbiyah Jinsiyah bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: memperbanyak pembicaraan tentang bahaya zinaq dan berbagai kerusakan yang ditimbulkan nya, termasuk ancaman terhadap dosa zina; menyebarluaskan peringatan dan penjelasan tentang bahaya serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan perilaku homoseksual; menjadikan kebiasaan untuk membatasi pandangan mata sebagai kebudayaan di tengah masyarakat; tidak berkata-kata maupun melangkahkan kaki kecuali kepada hal-hal yang pasti mendapat pahala Allah; menyatakan perang terhadap semua bentuk nafsu dan keinginan yang buruk; meniadakan waktu yang kosong; memerbanyak ibadah sunnah; melarang anak-anak bergaul dengan teman yang buruk akhlaknya; melarang anak-anak dengan keras untuk mendekati khamr (minuman keras); serta melindungi anak-anak dari penyimpangan fitrah kelaminnya.

5 November 2009

IKHLASH (Dilema Antara Kebiasaan dan Keharusan)

Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk hidup sebagai orang yang teguh dan ikhlas kepada Allah dalam agama mereka.
“Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.” (an-Nisaa` [4]: 146)
Manusia menjadi bersih hatinya jika ia teguh karena Allah, mengabdikan hidupnya untuk mendapatkan keridhaan-Nya dengan menyadari bahwa tidak ada penuhanan kecuali kepada Allah, dan tak pernah menyerah dalam keimanan kepada Allah, apa pun yang terjadi, walau badai fitnah, cemoohan, hasyutan menghujam begitu deras. Allah memerintahkan di dalam Al-Qur`an sebagai berikut.
“... Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Ali Imran [3]: 101)
Dalam agama, ikhlas kepada Allah berarti berusaha mendapatkan keridhaan Allah dan kepuasan-Nya tanpa mengharapkan keuntungan pribadi lainnya. Allah juga telah menekankan pentingnya hal ini di dalam ayat lainnya. Ia telah menunjukkan bahwa agama hanya dapat dijalankan dalam sikap berikut.
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (al-Bayyinah [98]: 5)
Dalam perbuatan dan ibadahnya, seorang mukmin sejati tidak pernah berusaha untuk mendapatkan cinta, kepuasan, penghargaan, perhatian, dan pujian dari siapa pun kecuali Allah. Adanya keinginan untuk mendapatkan semua itu dari manusia adalah tanda bahwa ia gagal menghadapkan wajahnya kepada Allah dengan keikhlasan dan kesucian. Namun kenyataan di lapangan bicara lain, kita sering menemukan orang yang “melakukan perbuatan-perbuatan baik atau melakukan ibadah untuk tujuan-tujuan lain selain mendapatkan keridhaan Allah”. Sebagai contoh, ada orang yang menyombongkan dirinya karena merasa sudah cukup kemampuannya dalam hal membaca Al-qur’an dan merasa telah memintarkan orang lain, atau orang yang sok sosialis, dimana dia menyombongkan diri karena menolong kaum miskin atau bermaksud mendapatkan kehormatan saat ia melakukan perintah agama yang penting, seperti shalat. Orang-orang yang mendirikan shalat, melakukan kebaikan supaya terlihat, disebutkan di dalam Al-Qur`an,
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (al-Baqarah [2]: 264)
Siapapun yang menginginkan supaya dirinya terlihat menonjol, terhormat, dan mempunyai pengaruh dalam masyarakat, sebenarnya yang dia cari bukan keridloan Allah, namun keridhaan orang lain. Seorang mukmin sejati harus benar-benar cermat menghindarkan dirinya untuk pamer saat beribadah, mengajar, menolong orang lain, bertingkah laku baik, ataupun berkorban. Apalagi dalam hatinya sterbersit perasaan sombong karena perasaan yang salah yakni, keberhasilan kampung atau pendidikan hanya disebabkan dirinya. Inilah persepsi salah yang pada akhirnya menyebabkan amal terhapus. Satu-satunya tujuan orang yang ikhlas beriman kepada Allah hanyalah mendapatkan keridhaan Allah. Al-Qur`an juga menekankan bagaimana para nabi menjalankan ritual-ritual keagamaan demi keridhaan Allah dan tidak pernah mengharapkan balasan ataupun keuntungan pribadi. Kalimat berikut diucapkan oleh Nabi Hud a.s. kepada kaumnya untuk meyakinkan kebenaran ini.
“Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lan hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?” (Hud [11]: 51)
Seorang mukmin tidak pernah berusaha mendapatkan keridhaan siapa pun selain Allah. Ia tahu pasti bahwa Allahlah yang memiliki dan mengenggam semua hati dan bahwa semua manusia akan ridha hanya jika Dia ridha. Lebih jauh, tidak ada pujian apa pun di dunia ini yang akan menyelamatkan dirinya di akhirat. Pada hari pembalasan, setiap orang akan berdiri sendiri di hadapan Allah dan ditanyai atas setiap perbuatannya. Pada hari itu, keimanan, kesalehan, keikhlasan, dan kepatuhan akan memainkan peran yang penting. Nabi Muhammad saw. mengingatkan orang-orang beriman akan pentingnya keikhlasan,
“Allah menerima perbuatan yang dilakukan secara murni karena Allah dan bertujuan untuk mencari keridhaan-Nya.” Abu Dawud dan an-Nasa`i.

TIGA TIPIKAL MANUSIA DALAM ALQUR’AN

Allah, Tuhan yang maha dasyat, dalam al Qur'an al Karim menyebutkan tiga macam jenis hewan kecil. Bukan hanya sekedar penyebutan biasa, namun sampai pada taraf pengabadian dengan dijadikan nama surat dalam al Qur'an.
Tiga macam hewan tersebut adalah semut (an Naml), laba-laba ( al Ankabut) dan lebah (an Nahl). Ketiganya mempunyai, tipikal , karakter dan watak yang berbeda satu dengan lainya.
Pertama, semut. Hewan ini tidak pernah diam barang tiga atau empat detik, dia selalu menggerakkan organ tubuhnya. Makanya tak satupun dari kita yang akan menemukan dia dalam keadaan diam, tenang dan santai. Dalam tataran ekonomis, dia termasuk kategori hewan yang cukup produktif. Betapa tidak, hasil research menyatakan bahwa semut merupakan hewan yang hanya mampu bertahan hidup dalam durasi waktu satu tahun, namun cukup mengagumkan, dia mampu mengakumulasikan (mengumpulkan) makanan yang tidak habis dimakan dalam durasi waktu dua tahun ( dua kali lipat durasi masa hidupnya).
Kedua, Laba-Laba. Hewan ini termasuk kategori hewan yang kejam, sadis dan pantas menyandang predikat “raja tega”. Dia akan selalu memangsa hewan yang singgap atau lewat sarangnya. Bahkan, berdasar atas reseach, setelah kontak badan dengan lawan jenisnya, Labah-labah perempuan terkadang menyemburkan bisa mematikan. Luar biasa!! Tak pernah terlintas dalam pikiran kita bagaimana jika hal ini terjadi juga pada manusia. Di Amerika pernah ditemukan satu jenis laba-laba yang kebiasannya menghisap dan menkonsumsi darah manusia.
Ketiga, Lebah. Berbeda dengan kedua hewan diatas, Lebah merupakan hewan yang unik. Dia tidak akan mengkonsumsi makanan kecuali makanan yang dalam pandangan Islam disebut halal lagi bagus (halalan toyyibah). Makanan tersebut antara lain : gula dan sari bungah. Dia juga mampu mengeluarkan sari Madu yang manfaatnya luar biasa. Dalam tataran medis, madu mampu mengobati berbagai macam penyakit. Bahkan, berdasarkan penelitian, sengatan lebah juga berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di Eropa, ada seorang perempuan yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan metode sengatan lebah.
Allah SWT yang maha dari segala maha sempat menyebutkan tiga hewan kecil. Ada apa dengan ini semua?? Pelajaran ( Ibroh) apa yang dapat kita ambil dari penyebutan tersebut ?
Setidaknya, itu semua adalah gambaran atau tipologi manusia yang sering kita temui dalam lingkungan hidup kita.
Semut, merupakan gambaran manusia yang semasa hidupnya hanya di proyeksikan ( dikhususkan ) untuk harta semata. Tiap detik, tiap menit, tiap jam dan tiap waktu yang mencengkram benak dan pikiranya adalah materi dan bekerja untuk mendapatkannya. Sampai dzikir dan ibadah kepada Allah tak terlintas dalam pikirannya. Mereka lupa akan firman Allah “dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah kepadaku” Adz Dzaariyaat 56
Laba –laba, adalah gambaran atau tipologi manusia yang sadis, egois dan tidak peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Musibah apapun yang terjadi dan menimpah orang lain, bukanlah urusannya. Yang terpenting adalah mereka hidup senang, mewah dan segalanya ada. Mereka juga lupa firman Allah “Dan berbuat baiklah kepada dua orang Ibu Bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan jauh, teman sejawat,ibn sabil, dan hjamba sahayamu. Sesunnguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri” An Nisa’ 36
Lebah, adalah gambaran manusia yang seluruh hidupnya, bahkan nyawanya, hanya diproyeksikan (dikhususkan) untuk memberikan manfaat pada orang lain. Bahkan sampai kemarahanyapun sebenarnya memberikan manfaat kepada orang lain sebagai penerapan dari ibadah dan syukur kepada Allah SWT. Yang termasuk dalam kategori ini adalah. (Auliya Illah) para walinya Allah, Ulama, Kyai, dan mungkin guru yang orientasinya pengabdian semata.
Termasuk tergolong ( kategori ) yang manakah kita?? Hanya diri kita, dan Allah yang maha mengetahuinya.

TUJUH PERANGKAP SETAN

Ibnu Qayyim alJawzy, Ulama besar pengikut mazhab Hanbali, merumuskan “trik-trik” Setan dalam menjebak dan menjerumuskan manusia.
Dalam modus operandinya, Setan ( la’natullah ‘alaihi), setidaknya, mempunyai tujuh amunisi perangkap alternatif untuk membidik manusia. Amunisi tersebut disesuaikan dengan tingkat kekuatan bertahan manusia.
Pertama, Setan mempengaruhi manusia dengan menawarkan kekufuran. Dengan strategi ini, Setan mengajak orang untuk menolak agama yang benar, eksistensi Tuhan, risalah kenabian, dan kebenaran kitab suci al Qur'an, dengan berdalih bahwa agama adalah dogma yang nantinya akan menjerat seseoarang hingga terkungkung dan tidak bisa bergerak bebas. Hal inilah, menurut setan, yang menyebabkan umat Islam tertinggal jauh pada masalah ekonomi, teknologi, medis dan peradabannya dibanding dengan orang Yahudi dan Nasrani (kafir) yang meninggalkan agama Allah dan tidak lagi mengikuti Rasulullah Muhammad SAW.
Kedua, jika seseorang tetap bertahan dengan beragama, Setan memberikan tawaran menentang ajaran sunnah. Nabi mengajarkan sikap saling menghormati jika terjadi perbedaan pendapat, tapi kebanyakan manusia cenderung bermusuhan. Kasus (peristiwa) yang demikian telah banyak di daerah, bahkan di Desa-desa, terkadang hanya masalah kecil, misal seseorag yang mempunyai pengaruh dalam masyarakat merasa pengaruhnya terebut, padahal kebenaran perasaannya belum teruji, sampai memusuhi orang lain. Belum lagi pada persoalan lain yang bobotnya lebih besar, hampir dipastikan akan lebih besar tingkat permusuhannya.
Ketiga, dosa besar. Jika perangkap pertama dan kedua belum berhasil, maka setan akan menggunakan perangkap yang ketiga. Dengan argumen (alasan) yang hanya bersandar atas rasio (akal) dan mengesampingkan wahyu dan nurani, hingga korupsi dianggap ketrampilan mengatur angka, durhaka pada orang tua dianggap nasihat baik seorang anak pada orang tua, pergaulan bebas dianggap modern., dan homosex dianggap hal yang wajar dan tidak berdosa. Masih mampu bertahankah diri kita??
Keempat, tawaran dosa kecil. Setan akan memberikan alasan bahwa manusia melakukan dosa itu hal yang biasa, hanya nabi dan malaikat yang tidak pernah berdosa, dengan demikian pada akhirnya seseorang terbiasa dalam dosa hingga menumpuklah dosa tersebut. Jika kita cermati lebih seksama banyak manusia yang terperangkap dengan senjata setan yang keempat ini. Kebiasan ngerumpi, bohong, dll.
Kelima, perangkap ini lebih tajam dan sedikit lebih canggih dibanding yang keempat perangkap diatas. dimana setan memberikan tawaran pada seseorang agar sibuk dengan hal yang mubah (boleh dilakukan dan boleh tidak) dan lupa dengan sesuatu yang menjadi kewajibannya. Misal, Ibu yang sibuk diluar rumah akhirnya rumah tangganya terlantar dan, mungkin juga, guru yang sibuk dengan aktifitas luar yang sifatnya mubah hingga lupa kuajiban mengajarnya yang menyebabkan anak didiknya menjadi korban.
Keenam, setan memberi tawaran ibadah utama dan lupa yang lebih utama. Seseorang sibuk dzikir pada Allah untuk mensucikan dirinya hingga cenderung menyendiri di rumah dan tidak peduli dengan oarng lain, bahkan rasa sosialnya dapat dikatakan “mati”. Padahal agama mengajarkan adanya hubungan keseimbangan (balancing) antara dimensi vertikal ( hubungan dengan Allah) dan dimensi horizontal ( hubungan dengan sesama manusia)
Terakhir. Jika seseorang mampu bertahan dengan serangan setan dengan berbagai perangkapnya, maka setan akan meluncurkan perangkap terakhir yang menjadi perangkap tercanggih dan pamungkasnya. Perangkap sersebut dikhususkan untuk orang takwa. Setan akan mengerahkan semua kekuatannya termasuk bala tentaranya dari jin dan manusia untuk menyakiti orang sholeh dengan cara menebar fitnah kepadanya. Makanya banyak dan hampir mendekati pasti jika orang-orang takwa yang memperjuangkan agama Allah, yang orientasinya ( tujuannya) ikhlas dan ridlo Allah, akan menuai hujaman permusuhan dan fitnah.
Dengan berbekal kemampuan yang lemah, mampu bertahankah diri kita menghadapi tujuh perangkap Setan?? Hanya manusia yang mendapatkan ma’unah (pertolongan) Allah yang akan mampu bertahan.
Sebab, paling tidak, setan tiga kali lebih licik dan canggih dari manusia. Sampai pada taraf tertentu pantas jika diibaratkan dengan “kompetisi ( persaingan) yang tidak imbang”. Pertama, Setan dapat melihat manusia, sedangkan manusia tidak mampu melihatnya. Kedua, Usia setan lebih lama dari manusia. Sehingga pengalaman hidupnya lebih banyak. Ketiga, jumlah Setan lebih banyak dari manusia, karena Setan, sejak diciptakan sampai kiamat dikumandangkan, tidak pernah mati.
Hanya Allah SWT yang bisa menyelamatkan kita dari Setan yang terkutuk. Sehingga senjata yang tepat untuk melawan setan disamping memperbanyak bacaan a’udzu billahi minasyaithonirrajim ( aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) adalah mencari pertolongan Allah SWT. Semoga kita semua termasuk manusia yang diberi pertolongan Allah hingga kita hidup di bumi Allah tetap selamat dari perangkap setan yang terkutuk. Amin. Amin. Ya Rabbal ‘alamin.

Sel Kanker

Jangan lupa, sel kanker awalnya adalah sel tubuh yang membawa karakter molekuler manusia. Akibatnya, sel pertahanan sulit mengenali sel kanker. Lebih jauh lagi, sel kanker berhasil menang dari sebagian anti-bodi dengan suatu cara yang sampai saat ini belum diketahui.
Seperti telah kita sebutkan, antibodi merupakan sejenis protein yang menghentikan aktivitas sel musuh. Akan tetapi, entah kenapa, pada sel kanker efek yang terjadi malah sebaliknya. Bukannya berhenti, aktivitas sel kanker malah meningkat, penyebaran tumor semakin cepat dan kuat.
Antibodi, yang mengikatkan diri ke permukaan sel kanker, dapat dikatakan “bekerja sama” dengan sel kanker. Antibodi lainnya tidak akan menyentuh sel kanker yang telah ditempeli antibodi. Jadi sel kanker tersamar sempurna.
Kolaborasi antara antibodi dengan sel kanker bahkan dapat men-capai dimensi yang lebih luas. Ada juga kejadian sel kanker bergabung dengan antibodi untuk membentuk ”sel T penekan palsu”. Sel T penekan palsu ini memberi informasi yang salah kepada antibodi dengan meman-carkan pesan “tak ada bahaya”. Situasi yang lebih mengancam terjadi apabila sel kanker berkembang menjadi “sel T penolong palsu”, bukan sel T penekan palsu. Dalam keadaan seperti ini, pesannya dikirimkan ke lebih banyak antibodi. Lingkungan seperti inilah yang paling nyaman bagi sel kanker.
Selain itu, sel kanker kadang dapat menyebar-kan “perangkap anti-gen” untuk melindungi diri mereka dari kemung-kinan diserang sistem pertahanan. Tumor ini me-nyebarkan sejumlah besar antigen dari permuka-anya sehingga aliran darah terbanjiri olehnya. Betapapun, antigen ini palsu dan tak membahaya-kan tubuh manusia. Namun demikian, antibodi tak mengetahui hal ini dan mereka tanpa penundaan merespon dengan memeranginya. Selama hiruk-pikuk ini, sel kanker yang sebenarnya dan berbahaya terus bekerja, tanpa gangguan dan tanpa diketahui oleh musuhnya.